Thursday, October 9, 2008

DeBar ( Dengar Bareng ) Geuderang Damee


Beberapa waktu lalu pada bulan suci Ramadahan 1429 H, tim dari Search For common Ground yang tergabung dalam Aceh Youth Radio Programme berpetualang mengelilingi 12 daerah yang ada Di NAD. Kegiatan yang dilakukan oleh tim yang telah dibagi 3 itu antara lain buka puasa bersama, Small Group Discussion dan Debar (dengar Bareng Program Geunderang Dame).
Keanekaragaman pendapat dan juga saran terhadap kemajuan program ini kita dapat kan, bahkan isu-isu tentang perdamaian kerab menjadi bahasan yang gak ada habis nya dengan seluruh para peserta yang ada di masing-masing daerah. Hasil dari keseluruhan jajak pendapat yang telah kami kumpulkan, ternyata para pemuda masih sangat berharap untuk dilibat kan dalam proses perdamaian, sebab menurut mereka pemuda adalah tonggak untuk generasi yang akan meneruskan masa depan Aceh. Jika pada masa perdamaian pemuda masih diabaikan, maka sama saja pihak yang terkait selama ini menghancur kan satu generasi Aceh dimasa yang akan datang. Banyak tutur yang menyatakan, pemuda belum mendapatkan perhatian yang penuh, satu kutipan yang sangat unik yang masih teringat "Kami didengarkan saja tapi tidak pernah dipedulikan sesuai dengan yang mereka dengar" . Mengenai perdamaian dan menyangkut berbagai isu politik, para pemuda juga berpendapat miris yang menyatakan Aceh belum sepenuh dirasakan damai, kata damai hanyalah untuk pihak-pihak tertentu saja bukan bagi kami yang ada di daerah cetus para pemuda. Banyak isu konflik yang bermunculan menurut mereka, apalagi mendekati pesta demokrasi bagi para elit politik yang ada. Mereka hanya berharap, meskipun rasa damai sudah ada jangan ada lagi pertikaian yang memunculkan konflik yang dapat menghancurkan masa depan mereka.

No comments: